Tampilkan postingan dengan label SHOLAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SHOLAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2016

Keutamaan Shalat dan Beribadah di Raudhah

Banyak sekali orang yang ingin bisa menunaikan ibadah haji. Tak hanya itu, banyak jamaah haji yang berebut dan berlomba untuk dapat berdoa di Raudhah. Begitu istimewanya Raudhah sehingga membuat para muslim memperebutkannya. Apa itu Raudhah? Dan apa yang membuatnya menjadi tempat utama yang dituju para umat Islam untuk berdoa? Berikut adalah uraian keutamaan shalat dan beribadah di Raudhah.
Keutamaan Shalat dan Beribadah di Raudhah

Inilah Keutamaan Shalat dan Beribadah di Raudhah
Apa yang dimaksud dengan Raudhah? Raudhah adalah gambaran tempat yang menyimbolkan kesejukan dan kebahagiaan. Maksud Raudhah dalam hal ini adalah daerah antara rumah dengan mimbar Nabi. Seperti yang ditemukan dalam riwayat Bukhari, terdapat Raudhah atau taman surga di antara rumah dengan mimbar Nabi. Tempat yang disebut sebagai taman surga inilah yang menjadi keutamaan shalat dan beribadah di Raudhah.
Sebutan taman surga yang disematkan padanya mampu membuat niat sholat di Raudhah ini semakin bertambah. Sebenarnya, tidak ada disebutkan adanya dalil-dalil khusus yang menerangkan tentang keutamaan sholat di Raudhah ini. Pengertian tentang rumah dan mimbar dalam hal ini memang dapat dipadu padankan. Rumah adalah tempat bagi sebuah keluarga untuk tinggal di dalamnya dan bernaung. Tempat di mana semua anggota keluarga dapat saling mencintai dan menyayangi. Sedangkan mimbar, adalah sebuah tempat di mana ajaran dan hukum Allah diserukan pada umatNya.

Dari mimbar, umat mengalami perjuangan iman, seruan-seruan bahwa mereka harus beriman dan bertakwa pada Tuhan. Dari mimbar itulah, Nabi membimbing umatnya supaya tetap hidup di jalan Allah, serta memperoleh limpahan berkah-Nya. Dari mimbar juga diserukan dakwah pada umat Islam untuk menjauhi perbuatan-perbuatan z1na yang melanggar hukum Allah. Oleh karena itu, ada “taman surga” antara mimbar dengan rumah.

Area Raudhah yang sangat terbatas, membuat para jamaah haji saling berebut untuk sholat dan beribadah di sana. Seseorang yang memiliki semangat yang tinggi dalam sholat dan ibadahnya adalah baik, namun hendaknya jangan menjadikannya sebagai ajang untuk menyakiti satu sama lain karena saling berebut. Terkabulnya sebuah doa bukan semata-mata dilihat dari tempat di mana seseorang berdoa, tetapi lebih dari itu. Dibutuhkan niat yang bulat, tata cara berdoa yang benar serta iman dan tingkat kekhusyukkan yang total. Raudhah juga disebut sebagai Raudhatul Jannah. Nabi Muhammad memberi nama tempat itu “taman surga”. Lokasi Raudhah di masjid nabawi berada diantara rumah Nabi dan mighrab masjid. Namun, seiring dengan perluasan masjid yang dilakukan berkali-kali, lokasinya sekarang berada di dalam masjid.

Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa terdapat “taman surga” atau raudhah di antara rumah dan mimbarnya, maka tempat tersebut dinyatakan sebagai tempat yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Dan barangsiapa yang duduk bersholat di sana, padanya akan dilimpahkan banyak pahala. Pada jaman dahulu, Nabi Muhammad sering membacakan wahyu dan mengajar sahabat-sahabatnya di Raudhah. Di situ beliau menyampaikan sabda, bahwa antara kamar dan mimbarnya adalah “taman surga”.

Karena sabda itulah, maka banyak para jamaah haji yang berusaha untuk dapat sholat dan beribadah di Raudhah. Hanya untuk sholat mereka rela saling berebut Raudhah. Karena Raudhah adalah “taman surga”, maka mereka percaya, jika melakukan sholat dan ibadah di sana, harapan mereka untuk masuk surga dan dijadikan ahli surga dapat terkabul.

Ruangan yang tidak terlalu luas itu tak lebih 144 meter persegi. Dan sudah bukan rahasia lagi bahwa jamaah haji yang singgah di Madinah akan berusaha sekuat tenaga agar bisa masuk ke lokasi Raudah dan berdoa. Keutamaan shalat dan beribadah di Raudhah memang dipercaya oleh umat Islam di seluruh dunia untuk bisa membawanya masuk ke surga.




CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

12 KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD YANG PERLU ANDA TAHU!!!

1. Shalat Tahajud sebagai tiket masuk surga
Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

2. Amal yang menolong di akhirat ...
Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.


 

3. Pembersih penyakit hati dan jasmani ...
Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (shalat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

4. Sarana meraih kemuliaan ...
Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

5. Jalan mendapatkan rahmat Allah ...
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dna membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

6. Sarana Pengabulan permohonan ...
Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,

“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

7. Penghapus dosa dan kesalahan ...
Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

8. Jalan mendapat tempat yang terpuji ...
Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

9. Pelepas ikatan setan ...
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

10. Waktu utama untuk berdoa ...
Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalatwaktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

11. Meraih kesehatan jasmani ...
“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sbelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

12. Penjaga kesehatan rohani ...
Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)





CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

Manfaat Shalat Dhuha Sebagai PEMBUKA PINTU REZEKI!!! Jadi Lancar Bagai Air Mengalir.

Manfaat shalat dhuha sebagai pembuka pintu rezeki serta tata cara menjalankannya. Shalat dhuha memang hukumnya tidak wajib, namun taukah anda bahwa banyak sekali manfaat dibalik shalat sunah ini, salah satunya adalah membuka pintu rezeki.


Shalat Dhuha merupakan shalat sunah yang dilaksanakan di pagi hari saat matahari baru terbit dengan ketinggian sekitar tiga hasta yaitu sekitar jam 09.00 sampai menjelang waktu dhuhur.

 shalat dhuha




Seputar shalat dhuha tersebut di anjurkan langsung oleh Allah dan Rasul-NYA.  Menurut Hadists Qudsi, Rasullulah menyampaikan, “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi) 

Sedangkan manfaat shalat dhuha sebagai pembuka pintu rezeki sendiri seperti  yang disampaikan Rasullulah pada hadis berikut; ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ” (HR.Hakim dan Thabrani). 

Hadis di atas menjelaskan bahwa Allah akan menjamin akan mencukupkan kebutuhan/ rezeki hambanya yang tidak bermalas-malasan dan senantiasa menjalankan shalat dhuha. Maka, bagi sobat yang ingin dilapangkan pintu rezekinya, sebaiknya mengamalkan shalat dhuha secara rutin sebanyak 4 rakaat.


Manfaat secara medis:

Menurt Dr. Ebrahim Kazim yang adalah dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy mengungkapkan "Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi, serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol. 

Tata Cara:

Shalat Dhuha dilaksanakan sebanyak 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat secara pribadi tidak berjamaah atau munfarid. Seperti apakah tata cara menjalankan shalat Dhuha beserta do'a setelahnnya, simak tata caranya dibawah ini:

  1. Niat didalam hati bersamaan Takbiratul Ihram. “Usholli sunnatadhuha rak ‘ataini mustaqbilal qiblati ada al lillaahi ta’aala”  “Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah”
  2. Membaca doa Iftitah.
  3. Membaca surat al Fatihah.
  4. Membaca surat pendek, lebih afdhol dengan membaca surat Asysyams pada rakaat pertama dan surah Allail pada rakaat kedua. Namun bagi yang belum hafal, boleh membaca surat atau ayat Al-Qur'an lainya.
  5. Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali.
  6. I’tidal dan membaca bacaanya.
  7. Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali.
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya.
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali.
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti langkah-langkah diatas.
 Do'a setelah shalat Dhuha:

doa shalat dhuha 
Dibaca:  
“Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shalihin” 
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.
Dalam hal berdo'a setelah shalat dhuha tidak terdapat batasan harus membaca doa di atas, akan tetapi akan lebih afdhol. Kita bisa berdoa dengan bahasa lisan maupun bahasa hati, karena Allah maha mengetahui semua bahasa, bahasa hati sekalipun. 
Semoga artikel tentang manfaat shalat dhuha dalam membuka pintu rezeki ini bisa bermanfaat buat anda semua.



CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

Senin, 29 Februari 2016

Manakah Yang Benar.. Tangan Dulu Ataukah Lutut Ketika Turun Sujud?

“Tangan dulu ataukah lutut saat turun hendak sujud?” Sebuah pertanyaan yang kadang masih menjadi sebuah perdebatan dalam pelaksanaan ibadah shalat adalah manakah yang mesti didahulukan, 

Hal yang pertama mesti kita pahami adalah kedua tata cara tersebut diperbolehkan dalam ibadah shalat. Pembolehan tersebut didasarkan atas kesepakatan para ulama. Namun masih saja para ulama berselisih tentang manakah yang lebih utama dari keduanya.


Ibnu Taimiyah berkata dalam kitab Majmu Al Fatawa:

“Adapun shalat dengan kedua cara tersebut diperbolehkan dengan kesepakatan para ulama, kalau dia mau maka meletakkan kedua lutut sebelum kedua telapak tangan dan kalau mau maka meletakkan kedua telapak tangan sebelum kedua lutut, dan shalatnya sah pada kedua keadaan tersebut dengan kesepakatan para ulama. Hanya saja mereka berselisih pendapat tentang yang afdhal”

Hal yang kedua adalah melihat dari kondisi masing-masing keadaan sehingga tidak bisa dikatakan meletakkan tangan dahulu lebih afdhal ataupun sebaliknya. Ini karena hadist yang terkait hanya menyatakan:

“Janganlah salah satu kalian turun untuk sujud sebagaimana bentuk turunnya unta ketika hendak menderum” (HR Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad Hasan)

Setelahnya ada tambahan hadist berupa,

“Hendaklah dia letakkan tangannya sebelum lututnya”

Namun ada versi lain yang menyatakan,

“Hendaklah dia letakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya”

Melihat hal ini, para ulama berselisih tentang mana yang shahih atas hadist tambahan tersebut.
Pendapat yang tepat atas kesepakatan ulama adalah kedua tambahan hadist tersebut adalah riwayat goncang atau lemah dan tidak satu pun yang shohih. Dengan begitu hadist yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan hanyalah di bagian awalnya saja.

Secara dzahir pelaksanaan hadist tersebut adalah bahwa umat muslim dilarang mengerjakan shalat dengan turun sujud layaknya untuk yang mau menderum. Unta yang menderum memiliki bentuk yang khas. Bentuk tersebut adalah bisa mendahulukan tangan dahulu kemudian lutut ataupun mendahulukan lutut sebelum tangan.

Sehingga pemaknaan dari “Janganlah salah satu kalian turun untuk sujud sebagaimana bentuk turunnya unta ketika hendak menderum” adalah saat hendak sujud, kepala tidak dirundukkan hingga ke lantai seperti unta, sementara posisi punggung masih berada di atas. Inilah bentuk turunnya unta untuk menderum yang dimaksud hadist tersebut agar tidak berdampak negatif bagi orang yang mengerjakan ibadah wajib berupa shalat.

Menurut hemat kami berdasarkan dari beberapa dalil diatas, Pendapat yang paling benar, manakah yang harus didahulukan apakah tangan ataukah lutut dulu, ini tergantung pada kondisi masing-masing orang. Mana yang lebih mudah baginya, itulah yang benar. Ada orang yang badannya berat saat hendak turun, ada orang yang ringan. Intinya, tidak ada hadits shahih yang marfu’ -sampai pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang membicarakan hal tadi.
Wallahu A'lam.


sumber : blog-informasiterhangat

KISAH KEAJAIBAN SHALAT DHUHA!!! AYO KITA ISTIQOMAH MENJALANKANNYA.

Shalat Dhuha biasa saya lakukan sebanyak 2 atau 4 rakaat. Insya Allah, hal tersebut saya laksanakan setiap hari. Namun ketika aktivitas saya padat atau sedang ada pekerjaan yang memang tidak mungkin ditinggalkan seperti ketika sedang dalam perjalanan, dengan berat hati saya tidak bisa melaksanakan shalat Dhuha.

Istiqamah melaksanakan shalat Dhuha membuat saya bangga karena shalat sunat yang satu ini dilaksanakan di sela-sela padatnya aktivitas sehari-hari dan tidak semua orang mampu melaksanakannya.

Sulit menggambarkan keindahan shalat Dhuha. Tapi yang jelas, setelah rutin melaksanakan shalat Dhuha, pikiran saya lebih tenang dan semakin yakin akan janji Allah Swt. yang menjamin hamba-Nya dalam hal materi, jodoh, kesehatan, dan rezeki yang lainnya. (Jauhar Al-Zanki - Volunteer Syamsi Dhuha Foundation)

HATI LEBIH TERJAGA DENGAN SHALAT DHUHA ..

Alhamdulillah, selama ini saya selalu dapat berupaya melaksanakan shalat Dhuha di tengah-tengah aktivitas pagi hari sekitar pukul 8.00 WIB. Subhanallah, banyak hikmah yang dapat kita rasakan setelah melaksanakan shalat sunat ini.

Harapan saya melalui shalat Dhuha ini adalah semoga ibadah yang dilaksanakan ini menjadi amal saleh yang dapat diterima oleh Allah Swt.

Dengan shalat Dhuha, saya merasa hati terasa lapang dan lebih terjaga, lebih optimis menjalani hidup, serta merasakan keberkahan hidup yang saya jalani ini. Insya Allah, saya akan senantiasa beristiqamah mengerjakan shalat Dhuha. aamiin. (Helin Herlina - Odapus Syamsi Dhuha Foundation)

DENGAN SHALAT DHUHA PERMASALAHAN HIDUP JADI MUDAH ...

Saya giat melaksanakan shalat Dhuha sejak kuliah. Saat itu, jadwal saya sedang sibuk-sibuknya, mulai dari tugas kuliah sampai rapat organisasi hingga malam. Keesokan harinya, saya harus jaga malam sehingga sama sekali tidak tidur padahal keesokan harinya ada ujian ketrampilan yang didahului tutorial pagi.

Tapi di sela-sela kesibukan itu, saya upayakan untuk melaksanakan shalat Dhuha. Setelah shalat, saya memohon kepada Allah Swt. agar diberikan kemudahan dalam mengerjakan segala hal, dibukakan pintu rezeki, serta diberikan nikmat kesehatan.

Alhamdulillah, melalui shalat Dhuha, saya merasakan manfaat yang sangat luar biasa. Manfaat yang langsung terasa adalah dimudahkannya segala urusan kuliah, kerja, atau aktifitas lainnya yang biasa saya lakukan dari pagi hingga siang hari.

Tidak ada lagi yang namanya tidur di kelas atau kebanyakan ngobrol yang tidak berguna bersama teman-teman. Shalat Dhuha mengingatkan kita akan tujuan kerja untuk ibadah sehingga niscaya beban kerja akan terasa ringan.Karenanya saya selalu mengusahakan shalat Dhuha.
Waktu Dhuha adalah dari terbit matahari sampai hampir waktu Dzuhur. Ini adalah rentang waktu yang sangat panjang untuk bisa melakukan minimal 2 rakaat. (dr. Ekasakti - sahabat Odapus dan volunteer SDF di Jakarta)

SHALAT DHUHA MEMBUAT HATI TENANG DAN PIKIRAN JERNIH ..

Aku bekerja di sebuah kantor milik pemerintah di Nusa Tenggara Barat. Kesibukanku yang sangat padat terasa memuncak di pagi hari dan menjelang siang. Berbagai laporan harus diselesaikan segera. Saat pikiran tertuju hanya pada tenggat waktu selesainya pekerjaan, seringkali hati menjadi gelisah dan tidak bisa tenang.

Sudah menjadi kebiasaanku bahwa bila pikiran dan hati galau di pagi hari, maka hal itu akan berefek pada tindakan yang aku ambil pada siang hingga malam hari saat berkumpul bersama teman di rumah kontarakan. Meski kegiatan di kantor tidak 24 jam, tapi rasanya seperti seharian penuh.
Suatu ketika saat melewati ruang mushala, sesuatu menggetarkan hatiku. Kuamati ruangan yang berukuran tidak terlalu luas tapi cukup untuk melakukan shalat berjamaah tiga hingga empat shaf itu. Aku telah lupa akan kuasa Allah. Aku lupa akan kekuatan yang Allah miliki.

Aku hanya berorientasi pada pekerjaan untuk memuaskan pucuk pimpinan yang tidak selamanya kekal. “Wahai Allah, ampunilah aku dan bimbinglah aku,” gumam lirih suara hatiku. Saat itulah aku memutuskan untuk segera menunaikan shalat Dhuha empat rakaat.

Luar biasa efek shalat Dhuha yang saya rasakan. Efek terbesar adalah ketenangan hati dan kejernihan berpikir. Subhanallah, pekerjaan yang sangat berat bisa aku selesaikan satu per satu bersama tim kerja. Ketakutan akan kerja yang dirasa belum maksimal seketika lenyap terganti oleh balutan rasa optimis. (Dewi Nastiti Lestariningsih)

Wallahu’ a'lam bishshawab, ..
… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …



CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

Minggu, 28 Februari 2016

Pengertian Dan Keutamaan Shalat Jamaah Di Islam

Pengertian Shalat Jamaah sendiri ialah Mengerjakan Shalat baik Shalat Wajib maupun Shalat lainnya yang dilakukan secara bersama – sama yang terdiri dari beberapa orang – orang Muslim baik perempuan maupun laki – laki yang sekurang – kurangnya atau minimal terdiri dari 2 (Dua) orang dan maksimal tidak terbatas. Shalat secara berjamaah ini juga sering dikenal dg sebutan Shalat Makmum kemudian untuk mengerjakan Shalat Berjamaah ini bisa dilakukan di manapun seperti di Masjid, Rumah, Tanah Lapang dll.
Untuk Hukum Shalat Jamaah bagi kaum Laki – Laki maupun perempuan ialah Sunah dan Shalat memang lebih baik dilakukan dg Berjamaah dari pada sendiri – sendiri, hal ini seperti Sabda Nabi Muhammad Saw yg membahas tentang Keutamaan Shalat Berjamaah seperti, ” Shalat Berjamaah itu lebih baik dan utama daripada shalat sendirian dg 27 derajat. ” dan ” Manusia yg paling besar pahalanya dlm shalat ialah yg paling jauh perjalanya, lalu yg selajutnya. Dan seseorang yg menunggu shalat hingga melakukannya bersama imam, lebih besar pahalanya daripada yg melakukan sendirian lalu tidur (HR. Muslim) ”.
Melihat sabda Nabi Muhammad Saw tentang Keutamaan Shalat Jamaah diatas maka kita menjadi tahu bahwa Shalat Berjamaah memang sangat penting sehingga mulai dari sekarang kita diharuskan untuk melakukan Shalat secara Berjamaah walaupun itu hanya sunah karena Manfaat Shalat Jamaah dan Pahala Shalat Jamaah akan lebih besar daripada kita mengerjakan shalat secara sendirian.
cara mengerjakan shalat jamaah
Cara Mengerjakan Shalat Jamaah
Cara mengerjakan Shalat Berjamaah yg benar dan baik adalah imam berdiri di depan dan makmum berdiri di belakangnya dan makmum harus mengikuti perbuatan imam dan tidak boleh mendahului gerakan – gerakan Shalat imam. Adapun untuk Shalat yang disunahkan berjamaah ialah, ” Shalat Fardhu 5 (lima) waktu, Shalat Dua Hari Raya, Shalat Tarawih atau Witir di Bulan Ramadhan, Shalat minta Hujan, Shalat Gerhana Matahari dan Bulan serta yang terakhir Shalat Jenazah.
Syarat Shalat Berjamaah mempunyai 7 (Tujuh Macam) yang antara lain, ” Menyengaja (Niat) mengikuti imam, Mengetahui segala yg dikerjakan imam, Jangan terkemuka tempat dari imam, Jangan mendahului imam dlm Takbir dan jangan mendahului atau melambatkan diri dua rukun, Jarak antara imam dan makmum atau antara makmum dan baris makmum yg terakhir tidak lebih dari 300 Hasta.
Shalat makmum harus bersesuaikan dg shalat imam misalnya sama – sama dzuhur, ashar, jama dan sebagainya, Jangan ada dinding yg menghangi antara imam dg makmum kecuali bagi perempuan di masjid, hendaknya dibatasi dg dinding kain, asal ada sebagian atau salah seorang mengetahui gerakan imam atau makmum sehingga bisa di ikuti oleh makmum perempuan.
Jamaah Yang Terlambat Datang (Jamaah Masbuq)
Untuk seorang muslim yg datang ke Masjid dan terlambat untuk mengerjakan Shalat Berjamaah sedangkan Imam Shalat sd Ruku dan terus mengikutinya maka sempurnalah Rakaat itu baginya meskipun ia tidak sempat membaca Surat Al Fatihah. Sedangkan jika dia mengikuti imam yg sudah Ruku maka dia harus mengulangi Rakaat itu nanti karena Raka’at ini tidak sempurna dan tidak termasuk hitungan baginya.
Namun jika Makmum yg mengikuti imam Tasyahud akhir dari salah satu shalat, maka Tasyahud yg dikerjakan oleh dia tidak termasuk ke bilangan baginya dan dia harus menyempurnakan shalatnya, sebagaimana biasa sesudah imam memberikan salam Shalat.

Sumber : Rukunislam.com


CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

Jumat, 26 Februari 2016

Beginilah 7 Cara Setan Mengganggu Manusia Saat Shalat Yang Harus Kamu Ketahui

Setan memiliki ambisi untuk membawa sebanyak-banyaknya manusia bersamanya ke neraka. Strategi yang ditempuh pun bisa berbeda-beda. Untuk pemimpin dan pejabat digunakanlah umpan korupsi dan khianat. Untuk ulama, Dai dan penceramah, dipakai muslihat ujub, bangga diri, sombong serta memanfaatkan keluguan umat untuk mengambil manfaat duniawi. Sementara untuk orang-orang yang rajin beribadah, jangan dikira setan berhenti dan frustasi. Setan masih bisa masuk dengan cara merusak amal ibadah tersebut.

Shalat menjadi incaran setan karena shalat merupaan tiang agama. Shalat merupakan rukun islam yang kedua sekaligus pembuktian Tauhid Lailahaillallah Muhammadurrasulullah. Seorang mukmin yang mengerjakan shalat dengan sempurna akan menjadi momok bagi setan. Sebab shalat merupakan pangkal kebaikan sehiangga akan menjauhkannya dari perbuatan keji dan munkar. Apa saja kah bentuk gangguan setan dalam shalat? 


Beginilah 7 Cara Setan Menggangu Manusia Saat Shalat Yang Harus Kamu Ketahui

1. Mengganggu Niat
Gangguan setan terhadap orang yang shalat sesungguhnya sudah dimulai ketika Ia berniat shalat. Setan akan membuatnya menunda shalat, sehingga akan luput keutamaan shalat diawal waktu. Bukan hanya itu, setan juga akan mencari celah untuk memalingkan niatnya yang tadinya karena Allah menjadi karena manusia seperti cari perhatian atasan, atau supaya dianggap orang shaleh dan lain sebagainya yang telah tercemar ria. 

2. Saat Takbiratul Ihram
Gangguan setan berlanjut ketika seseorang memasuki shalat. Setelah setan merusak niatnya, target selanjutnya adalah merusak takbiratul ihram. Setan membisikan dalam hatinya, sehingga manusia merasa khawatir apakah takbiratul ihram yang dilakukannya itu sudah sah atau belum.

Termasuk tipu daya setan adalah dengan memunculkan perasaan was-was ketika berwudhu, niat, atau saat takbiratul Ihram dalam shalat. Was-was itu membuat manusia tersiksa dan merasa tidak nyaman. 

3. Lupa Rakaat dan Bacaan Shalat
Bentuk gangguan lain setan saat shalat adalah menimbulkan pikiran-pikiran lain diluar shalat. Entah barangnya yang hilang atau kegiatannya tadi sebelum shalat. Kadang tidak hanya bacaan yang lupa, tetapi jumlah rakaat yang sedang dikerjakan. Ia tidak tau sedang berada di rakaat berapa dan berapa rakaat lagi yang harus dikerjakan. 

Solusi jika seorang mukmin ditimpa gangguan setan seperti ini adalah melakukan sujud sahwi. Sujud shawi adalah sujud ketika seseorang lupa rakaat, lupa rukun dan wajib shalat. Rasulullah SAW bersabda

“Jika salah seorang diantara kalian shalat, setan akan datang kepadanya untuk menggodanya samapi Ia tidak tahu sudah berapa rakaat yang sudah Ia kerjakan. Apabila salah seorang diantara kalian mengalami hal itu, hendaklah Ia sujud dua kali saat Ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR Bukhori dan Muslim)

Sedangkan gangguan lupa bacaan dan gerakan, maka segeralah membaca ta'awudz, A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi dan meludah kekiri tiga kali. Rasulullah bersabda

“Itulah setan yang disebut khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah kekiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melalukan hal itu, dan Allah menghilangkan gangguan itu” (HR Muslim)

4. Shalat Terburu-Buru
Shalat yang dilakukan dengan terburu-buru akan kehialangan dari tumakninah atau ketenangan yang merupakan satu dari rukun shalat. Dan hilangnya salah satu rukun, akan membuat shalat yang dilakukan akan sia-sia. Rasulullah pernah mendapatkan orang shalat dalam keadaan seperti ini. Rasul kemudian memerintahkannya untuk mengulangi lagi shalatnya sampai kemudian bacaan dan gerakannya dilakukan dengan sempurna. Shalat yang dilakukan dengan kekhusukkan akan memberikan manfaat yang banyak bagi seorang hamba baik secara jasmani maupun rohani. 

5. Melakukan Gerakan Tertentu
Shalat terdiri dari bacaan dan gerakan tertentu. Ketika shalat, seseorang dilarang melakukan gerakan lain, diluar gerakan dan bacaan shalat. Seperti menggerakan tangan, kaki, menoleh kekalan ke kiri atau mendongak ke atas dan menggerakan anggota tubuh lainnya yang bukan termasuk dalam gerakan shalat. Hal ini dapat merusak bahkan membatalkan shalat. 

Oleh sebab itu, setan berupaya menggoda dan mengganggu orang yang sedang shalat, sehingga sibuk dengan pakaiannya, sibuk mengamati dinding atau langit-langit ruangan tempat Ia shalat. Terkadang sadar atau tidak, perhatian kita teralihkan dengan menoleh kekiri dan ke kanan, itulah salah satu akibat dari gangguan setan. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik yaitu tempat sujud, sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh setan. 

6. Mengantuk dan Menguap
Mengantuk dan menguap juga termasuk dalam gangguan setan terhadap orang yang shalat. Menguap bukanlah gerakan shalat, sehingga selama Shalat seorang sibuk menahan kantuknya dengan menguap. Sebisa mungkin menguap ditahan ketika shalat sebagaimana sabda Rasulullah SAW 

“Adapun menguap itu datangnya dari setan, maka hendaklah seseorang mencegahnya selagi bisa. Apabila Ia berkata Ha...berarti setan tertawa dalam mulutnya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Selain menguap, bersin juga menjadi pintu masuk setan dalam tubuh kita. Bersin, memang menandakan adanya gangguan kesehatan. Tetapi setan mempergunakannya untuk mengganggu shalat. 

7. Merasa Cukup Dengan Ilmu yang Dimiliki
Godaan lain ketika shaat adalah merasa cukup dengan apa yang diketahui, bukan malah belajar dan menambah ilmu demi kesempurnaan shalat. Padahal pengetahuan yang dimiliki masih jauh dari cukup. Ini merupakan salah satu gangguan setan. Mereka tahu, bahwa semakin dalam pengetahuan manusia tentang shalat, maka akan semakin sulit untuk ditakhlukan. 

Mencegah gangguan setan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. pertama adalah mengetahui tipu daya setan yang menjerumuskan manusia dalam dosa, yakni menanamkan rasa takut, memanipulasi akal manusia, menjadikan manusia mencintai dunia. Dengan mengetahui tipu daya setan, maka akan membuat kita lebih waspada. 

Mempersiapkan diri ketika akan shalat meliputi mengetahui syarat wajib shalat, rukun-rukunnya, dan bacaan, dan gerakan shalat yang benar termasuk di dalamnya wudhu, karena wudhu adalah pintu gerbang menuju shalat. Sah atau tidaknya shalat, bergantung pada sah atau tidaknya wudhu. 

Dengan adanya pengetahuan yang benar, maka akan membawa pada amal yang benar.  Semoga informasi ini bermanfaat dan shlalat kita termasuk shalat yang tidak sia-sia. Terimakasih sudah membaca. 

Sumber: Infoyunik.com




CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,

Senin, 22 Februari 2016

CATATAN PENTING: 12 Hal Agar Shalat Kita Sempurna dan di Terima

Shalat merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh
umat Islam. Seperti yang diketahui bahwa shalat itu  merupakan tiang agama. Namun, banyak kaum muslim yang mulai meninggalkan shalat karena sibuk mengurus duniawi. Atau ada di antara mereka yang melaksanakan shalat namun tidak sesuai dengan syariat Islam.


Padahal sebenarnya, shalat haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kekhusyukan kepada Allah SWT. Selain agar diterima oleh Allah, shalat sesuai dengan syariat yang berlaku juga agar dapat menyempurnakan ibadah shalat itu sendiri.


Sumber: Infoyunik.com
Ternyata, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika melaksanakan shalat. Hal-hal tersebut mencakup syarat sah shalat, rukun shalat dan lain sebagainya. Untuk lebih jelas, berikut ini ulasan mengenai 12 hal penyempurna shalat.

1. Ilmu Pengetahuan
Hal pertama yang menjadi penyempurna shalat adalah ilmu pengetahuan.  Seseorang yang hendak mengerjakan shalat harus terlebih dahulu mengetahui tata caranya, apa saja bacaan dalam artian telah datang ilmu pengetahuan mengenai shalat tersebut kepadanya. Seperti yang diketahui, banyak orang masa kini yang melaksanakan shalat tidak sesuai dengan syariat Islam. Mereka tidak melakukan gerakan-gerakan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Contoh lainnya adalah mereka yang melaksanakan shalat berjamaah, namun justru gerakan shalatnya mendahului imam. Ibadah yang dilakukan tersebut bukanlah dengan ilmu pengetahuan dan hal yang demikian ini bisa menjadi penghambat diterimanya shalat oleh Allah SWT.

Nabi SAW bersabda, “Amal sedikit dengan ilmu itu lebih baik, daripada amal banyak tanpa ilmu.”

2. Wudhu
Wudhu merupakan amalan untuk membersihkan anggota wudhu agar menghilangkan hadast kecil. Wudhu biasanya dilakukan ketika akan melaksanakan shalat, sebab wudhu menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Jadi apabila seseorang hendak melaksanakan shalat namun mereka tidak mendahuluinya dengan berwudhu, maka tidak sahlah shalat orang tersebut. Sebab, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sah shalat melainkan dengan suci.”

3. Pakaian
Hal selanjutnya yang menjadi penyempurna shalat adalah pakaian yang dikenakan. Ketika shalat hendaklah mengenaikan pakaian yang bersih suci dari segala najis serta menutupi aurat orang tersebut. Apabila hal ini dipenuhi, maka sempurnalah shalat yang dilaksanakan orang tersebut. Allah Ta’ala berfirman, “Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid,” (QS. Al-A’raf: 31).

4. Memelihara Waktu
Banyak fenomena yang terjadi pada saat ini, yakni kaum muslim menunda-nunda waktu shalat mereka karena urusan duniawi. Memelihara waktu maksudnya adalah shalat dengan tepat waktu dan tidak menundanya. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman,” (QS. An-Nisa: 103).

Selain menjadi salah satu amalan penyempurna shalat, memelihara waktu ini juga mempunyai keutamaan. Di antaranya akan membuat orang menjadi disiplin dalam kegiatan,
menjadikan diri sebagai pribadi yang lemah lembut serta dikarunia kesehatan.

5. Menghadap Kiblat
Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah shalat. Jadi apabila seseorang melaksanakan shalat namun tidak menghadap kiblat, maka shalatnya itu dianggap batal. Adapu kiblat umat muslim dalam melaksankan shalah yakni Ka’bah di kota Mekkah Al-Mukarramah. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu,” (QS. Al-Baqarah: 150).

6. Niat
Niat menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam shalat. Karena setiap amalan yang dilakukan tergantung kepada niatnya. Jadi ketika hendak shalat berniatlah sesuai amalan yang hendak dilakukan. Serta niatkanlah dalam hati bahwa setiap amal ibadah itu dilakukan hanya karena Allah Ta’ala.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu harus disertai niat, dan balasan bagi setiap amal seseorang adalah sesuai apa yang dia niatkan.”

7. Takbiratul Ihram
Shalat seseorang tidak akan menjadi sempurna apabila mereka tidak melaksanakan rukun shalat Salah satu rukun shalat yaitu takbiratul ihram. Ketika melakukan takbiratul ihram orang yang melaksanakan shalat harus mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” dan diiringi dengan mengangkat kedua tangan.

Nabi SAW bersabda, “Yang mengharamkan shalat (dari segala sesuatu yang bukan amalah shalat), adalah takbir dan yang menghalalkannya (dari segala sesuatu yang bukan amalan shalat) adalah salam.”

8. Berdiri
Amalan penyempurna adalah berdiri tegak bagi mereka yang mampu. Allah Ta’ala berfirman:

“Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha (shalat Ashar), serta berdirilah untul Allah wa jalla dengan khusyuk,” (QS. Al-Baqarah: 238)

9. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur'an
Ketika melaksanakan shalat, orang tersebut haruslah memenuhi rukun-rukun shalat. Salah satunya adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaatnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Quran,” (QS. Al-Muzzammil: 20).

Jika orang melaksanakan shalat namun tidak membaca surat Al-Fatihah maka shalat orang tersebut dianggap batal. Sebab, ada sebuah hadist Muttafaqun’ alaih,

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.”

10. Rukuk
Rukuk juga menjadi salah satu  rukun dalam shalat. Apabila tidak melaksanakan amalan ini, jangankan untuk menyempurnakan shalat bahkan shalat yang dilaksanakan itu dianggap batal. karena Allah Ta’ala berfirman, “Dan rukuklah,” (QS. Al-Baqarah: 43).

Rukuk ini merupakan gerakan membungkuk dan diikuti dengan membaca bacaan zikir di dalam shalat. Jika terlupa untuk melakukan rukuk ketika shalat, maka orang tersebut diwajibkan untuk menambah rakaat serta sujud sahwi untuk mengingatnya.

11. Sujud
Tidak hanya rukuk, sujud juga menjadi salah satu penyempurna shalat seseorang. Sujud diartikan sebagai meletakkan seluruh telapak tangan, kedua lutut, kedua telapak kaki dan kening bersama hidung.

Allah SWT berfirman: Dan sujudlah,” (QS. Al-Hajj: 77).

Pada saat sujud wajah diletakkan dibawah sehingga sederajat dengan telapak kaki untuk tunduk dihadapan Allah SWT, sebab wajah adalah bagian tubuh yang paling tinggi dan paling terhormat. Apabila seseorang yang melaksanakan shalat namun tidak bersujud maka dianggap batallah shalat orang tersebut.

12. Duduk
Hal terakhir yang menjadi penyempurna di dalam shalat yang dilaksankan adalah dengan duduk. Karena Nabi SAW bersabda, “Apabila seseorang telah mengangkat kepalanya dari sujud yang terakhir dan ia duduk kira-kira cukup untuk membaca tasyahud, maka telah sempurna shalatnya.”

Demikianlah ulasan mengenai 12 hal penyempurna shalat. Jika semua hal tersebut telah terpenuhi, maka tambahannya adalah pengerjaan shalat harus dilengkapi  dengan keikhlasan kepada Allah SWT. Semoga kita selalu menjadi hamba-Nya yang bertakwa.

Sumber: Infoyunik.com



CAR,HOME DESIGN,HEALTH, LIFEINSURANCE,TAXES,INVESTING,BONDS,ONLINETRADING,
Jasa pembuatan situs web blog murah banget

Masya Allah, Ini Manfaat Luar Biasa Berpegangan Tangan bagi Suami-Istri

Jika Anda salah satu orang yang berpikir bahwa memegang tangan adalah sesuatu yang sangat sederhana dan tak berarti, rutinitas yang membos...

Jasa pembuatan situs web blog murah banget